Pengertian Bela Negara, Sejarah, Fungsi, Unsur dan Contohnya!

Pengertian Bela Negara – Anda pasti sudah pernah mendengar tentang istilah bela negara. Istilah bela negara di Tanah Air ternyata memiliki sejarah perjalanannya yang inspiratif. Sebelum membahas tentang pengertian bela negara lebih lanjut, tak ada salahnya kita mengetahui sejarah munculnya bela negara di Indonesia.

Pengertian Bela Negara
Pengertian Bela Negara

Sejarah Bela Negara

Dahulu, kota Bukittinggi adalah pasar masyarakat Agam Tuo yang kemudian dirubah menjadi benteng pertahanan oleh penjajah Belanda untuk memerangi Kaum Padri. Tahun 1825, Belanda membangun benteng di sebuah bukit dan diberi nama benteng Fort de Kock. Benteng juga dijadikan sebagai lokasi peristirahatan tentara Belanda di sekitar wilayah tersebut.

Selama masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah Bukittingi menjadi salah satu wilayah vital yang senantiasa ditingkatkan peranannya dalam hal ketatanegaraan. Hal ini kemudian membuat wilayah tersebut berkembang menjadi kota (stadsgemeente) dan menjadi ibu kota bagi Afdeeling Padangsche Bovenlanden serta Onderafdeeling Oud Agam.

Di masa penjajahan Jepang, Bukittinggi kemudian dirubah menjadi pusat kendali pemerintahan militer bagi wilayah Sumatera hingga ke Singapura dan Thailand. Bukittingi dijadikan sebagai lokasi kedudukan komando militer ke-25 Kempetai pimpinan Mayor Jenderal Hirano Toyoji.

Di masa Jepang tersebut, wilayah ini berganti nama yang awalnya Stadsgemeente Fort de Kock dan menjadi Bukittinggi Si Yaku Sho dengan wilayah yang diperluas karena penggabungan sejumlah nagari di sekitarnya mulai dari Sianok Anam Suku, Ampang Gadang, Kapau, Gadut, Batu Taba juga Bukit Batabuah.

Saat Indonesia meraih kemerdekaan, Bukittinggi ditetapkan sebagai ibukota Provinsi Sumatera dan bahkan menjadi ibukota negara Indonesia saat Yogyakarta direbut oleh Belanda. Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di kota Bukittinggi ini dibentuk 19 Desember 1948 oleh Syafruddin Prawiranegara.

Tanggal tersebut kemudian ditetapkan menjadi Hari Bela Negara berdasar pada Keppres 18 Desember 2006 dalam rangka mengenang sejarah PDRI dan membangun Monumen Nasional Bela Negara di Jorong Sungai Siriah, Nagari Koto Tinggi, kec. Gunung Omeh, kab. Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Dalam peringatan Hari Bela Negara yang ke-65tanggal 21 Desember 2013, Menhan Purnomo Yusgiantoro bersama Kabadiklat Kemhan Mayjen TNI Hartind Asrin serta Plt Dirjen Pothan Timbul Siahaan juga jajaran Muspida Provinsi Sumatera Barat hadir untuk meninjau pembuatan Monumen Nasional Bela Negara tersebut.

Dalam amanatnya, Menhan berpesan bahwa pembangunan monumen (Monumen Nasional Bela Negara) ini adalah wujud penghargaan pemerintah kepada segenap masyarakat Sumatera Barat dalam perannya selama masa perjuangan bangsa Indonesia pada masa yang lalu demi kelangsungan NKRI. Monumen ini menjadi penghargaan sekaligus pengingat juga pelajaran untuk generasi muda Indonesia agar dijadikan contoh demi memahami arti dari bela negara dan arti dari cinta tanah air.

Pengertian Bela Negara

Bela negara dapat diartikan sebagai suatu tekad, perilaku serta sikap warga negara yang dilaksanakan secara menyeluruh, teratur, terpadu dan dijiwai dari semangat kecintaannya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 demi menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara

Dalam Wikipedia, bela negara dapat diterjemahkan sebagai konsep yang tersusun oleh perangkat perundangan serta petinggi dalam suatu negara tentang semangat patriotisme dalam diri seseorang, kelompok maupun seluruh komponen dalam suatu negara demi mempertahankan keberadaan dan kedaulatan negara itu sendiri.

Dalam pelaksananya secara fisik, bela negara memiliki artian sebagai upaya pertahanan dalam menghadapi berbagai macam serangan fisik maupun agresi oleh setiap pihak yang mungkin mengancam eksistensi negara.

Sementara secara non-fisik, bela negara diterjemahkan sebagai suatu usaha untuk berpartisipasi aktif dalam kemajuan bangsa dan negara, baik dari segi moral, sosial, pendidikan maupun peningkatan kesejahteraan siapapun yang menyusun bangsa.

Kesadaran akan bela negara merupakan suatu kesediaan untuk berbakti bagi negara dan bangsa serta keikhlasan untuk berkorban demi membela negara. Kapasitas dari bela negara ini terbilang luas mulai dari yang paling halus hingga yang paling keras. Contohnya seperti hubungan baik dengan sesama warga negara sampai ikut berperang mengangkat senjata melawan ancaman musuh.

Dasar hukum undang-undang tentang upaya bela negara yaitu:

  • Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa semua warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
  • Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Pengertian Bela Negara Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami pengertian bela negara, terdapat penjelasan dari Chaidir Basrie yang dapat dijadikan sebagai rujukan. Bela negara adalah sikap, tekap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut dilandasi oleh kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia, keyakinan dan kesaktian Pancasila sebagai ideologi negara.

Fungsi Bela Negara

Sebagai suatu sikap dan juga diwujudkan dalam tindakan nyata, bela negara memiliki fungsi yang begitu penting bagi kedaulatan suatu negara, antara lain;

  • Menjaga keutuhan wilayah negara
  • Mempertahankan negara dari berbagai macam ancaman
  • Menjadi pengingat akan sejarah
  • Sebagai wujud semangat nasionalisme dan patriotisme setiap warga negara

Tujuan Bela Negara

Bela negara perlu dikembangkan sebagai salah satu kesadaran setiap warga negara dan diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini tak lepas dari fungsi bela negara yang begitu penting atas eksistensi suatu negara. Tujuan dari bela negara sendiri antara lain;

  • Untuk mempertahankan eksistensi negara Indonesia
  • Menjaga identitas serta integritas negara
  • Melaksanakan nilai-nilai luhur dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
  • Melestarikan budaya
  • Memberikan hal yang terbaik bagi bangsa dan negara

Manfaat Bela Negara

Dari penjelasan di atas, maka dapat diketahui bahwa manfaat dari adanya bela negara bagi warga negara antara lain;

  • Membentuk perilaku dan sikap yang jujur, tegas, tepat dan peduli pada sesama
  • Dapat menekan dan menghilangkan sikap-sikap negatif misalnya egois, tidak disiplin, boros, malas dan apatis
  • Untuk melatih ketepatan, ketangkasan dan kecepatan seseorang dalam beraktivitas
  • Wujud bakti pada agama, orang tua dan negara
  • Membentuk keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan
  • Melatih jiwa kepemimpinan baik bagi diri sendiri maupun kelompok
  • Menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat patriotisme sesuai kemampuan
  • Membentuk mental dan fisik
  • Membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas dengan sesama
  • Membentuk sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari

Unsur Dasar Dalam Bela Negara

Terdapat beberapa unsur mendasar yang kemudian  membentuk kesadaran bela negara, diantaranya adalah;

  • Cinta tanah air
  • Rela berkorban bagi negara
  • Keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi negara
  • Memiliki kemampuan awal untuk bela negara
  • Kesadaran berbangsa dan bernegara

Contoh Bela Negara

Dalam kehidupan sehari-hari, kesadaran bela negara dapat tercermin dari perilaku seperti;

  • Membayar pajak tepat waktu
  • Mematuhi peraturan hukum yang berlaku
  • Menjaga keamanan lingkungan
  • Melestarikan budaya milik negara
  • Menjaga kerukunan, damai dan aman di lingkungan
  • Kesadaran menaati tata tertib lingkungan

****

Demikianlah penjelasan singkat tentang pengertian bela negara disertai sejarah, fungsi, tujuan, manfaat, unsur dan contoh dalam lingkungan. Kesadaran bela negara yang telah terbentuk dengan baik tak hanya akan tercermin dalam kehidupan masyarakat saja, namun juga di lingkungan yang lebih kecil seperti sekolah maupun keluarga. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan Anda .

Artikel terkait: Ppengertian Ancaman, Jenis dan Contohnya, Lengkap!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *