Pengertian Biaya Produksi Menurut Ahli, Unsur & Jenis

Pengertian Biaya Produksi – Saat membahas tentang istilah biaya, maka perlu dibedakan antara costs dan expenses. Hal ini karena masing-masing  memiliki persamaan dan perbedaan.

Sama-sama mengeluarkan sejumlah uang, nyatanya alokasi keduanya berbeda yaitu untuk pengeluaran pokok produksi dan pengeluaran untuk berbagai hal penunjang. Untuk mengetahui tentang ongkos produksi, ada baiknya memahami tentang pengertian biaya terlebih dahulu.

Pengertian Biaya Produksi via Khanfarkhancom
Pengertian Biaya Produksi via Khanfarkhan.com

Pengertian Biaya Produksi Secara Umum

Pengertian dari biaya produksi ialah total biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk melakukan proses produksi mulai dari membeli bahan baku, membayar ongkos tenaga kerja dan sebagainya agar dapat menghasilkan produk yang siap dijual.

Berbeda dengan pengeluaran yang identik pembiayaan hal-hal penunjang seperti rekening telepon ataupun administrasi.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa biaya produksi akan sangat mempengaruhi kegiatan inti dari bidang usaha yang digeluti dan sifatnya spesifik. Sementara pengeluaran cenderung tidak terlalu signifikan mempengaruhi aktivitas bisnis dan tidak secara spesifik hanya terjadi pada jenis usaha tertentu.

Pengertian Biaya Produksi Menurut Ahli

Ada sejumlah akademisi yang menjelaskan tentang pengertian biaya produksi. Hal ini untuk memudahkan kita dalam memahami biaya dengan lebih mudah, antara lain;

1. Hansen dan Mowen

Hansen dan Mowen menjelaskan bahwa biaya produksi adalah total biaya yang berhubungan dengan proses pembuatan barang dan penyediaan jasa.

2. Abdul Halim

Menurut Abdul Halim,biaya produksi merupakan akumulasi biaya yang terkait langsung dengan proses produksi suatu barang dan akan dipertemukan dengan penghasilan pada periode saat barang tersebut dijual.

3. Amin Widjaja Tunggal

Sementara Amin Widjaja Tunggal menjelaskan biaya produksi adalah biaya-biaya yang berhubungan dengan produksi suatu item, yaitu jumlah dari bahan langsung, upah langsung dan biaya overhead pabrik.

Dari beberapa penjelasan terkait pengertian biaya produksi di atas, tentunya dapat disimpulkan bahwa perhitungan biaya menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Biaya produksi akan sangat mempengaruhi harga jual barang sekaligus menentukan kelangsungan aktivitas perusahaan dari waktu ke waktu. Maka dari itu, biaya ini harus selalu dihitung dengan cermat dan konsisten.

Unsur-unsur Biaya

Biaya produksi akan dijadikan sebagai salah satu penentu harga pokok barang jadi serta menyusun harga pokok barang ketika memasuki periode akuntansi. Dengan demikian, penting untuk mengetahui apa saja unsur dari biaya produksi agar harga pokok barang yang didapat juga akurat. Beberapa unsur dari biaya produksi antara lain;

1. Direct Material (Biaya Bahan Baku Langsung)

Bahan baku merupakan bahan yang dipakai secara langsung dalam proses produksi suatu barang jadi siap edar. Bahan baku ini mencakup segala macam bahan yang dapat diidentifikasi secara fisik sebagai bagian produk jadi nantinya.

2. Direct Labour (Biaya Tenaga Kerja Langsung)

Tenaga kerja merubah bahan baku menjadi barang jadi siap edar. Biaya tenaga kerja ini meliputi biaya untuk semua tenaga kerja yang dialokasikan untuk menangani aktivitas produksi secara langsung.

3. Factory Overhead (Biaya Overhead Pabrik)

Overhead pabrik terdiri atas berbagai macam biaya untuk proses manufaktur yang meliputi;

  • Biaya untuk bahan baku tidak langsung,
  • Biaya untuk tenaga kerja tidak langsung,
  • Biaya untuk depresiasi dan amortisasi aktiva tetap,
  • Biaya untuk pemeliharaan dan perbaikan mesin
  • Biaya rekening listrik dan air untuk pabrik,
  • Biaya untuk asuransi pabrik, dan
  • Biaya overhead lainnya

Mengapa Biaya Produksi Harus Ditentukan?

Tak jarang orang yang memulai usaha, tidak memperhatikan besaran biaya produksi dan menganggap hal ini sekedar buang-buang waktu. Padahal  penentuan biaya produksi dapat memaksimalkan potensi keuntungan perusahaan dengan cara menghitung selisih antara pendapatan dengan biaya yang telah dikeluarkan.

Pada dasarnya tujuan dari penentuan biaya produksi antara lain;

1. Menetapkan Biaya Produksi

Menentukan biaya produksi secara tepat sangatlah penting bagi setiap perusahaan demi menjaga kelangsungan hidup usaha. Penetapan biaya ini dilakukan dengan cara mencatat dan mengumpulkan semua bukti transaksi sehubungan dengan pengeluaran.

2. Mengendalikan Biaya

Pencatatan dan pengumpulan segala bukti transaksi akan memudahkan tugas pihak manajemen untuk melakukan pengawasan dan pengendalian biaya produksi. Sehingga kerugian akibat salah alokasi belanja dapat ditekan sedini mungkin.

3. Membantu Proses Pengambilan Keputusan

Dengan manajemen yang berjalan dengan baik, maka biaya produksi yang terhitung dengan cermat juga akan memudahkan pihak direksi untuk mengambil keputusan jangka pendek seperti dalam hal pembelian bahan baku, pembelian alat produksi maupun penentuan harga jual.

Dengan demikian, menentukan besaran biaya produksi menjadi salah satu hal yang sangat penting dilakukan oleh setiap pemilik bersama pengelola perusahaan. Tanpa melakukan perencanaan yang matang terkait biaya produksi ini, maka keberlangsungan aktivitas bisnis menjadi terancam bahkan tidak dapat melanjutkan proses produksi pada siklus berikutnya.

Jenis Biaya Produksi

Meskipun bisa dikatakan sebagai biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi, nyatanya biaya ini memiliki beberapa jenis berbeda. Biaya berdasar pengaruhnya terhadap produksi dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:

1. Fixed Cost

Fixed Cost (Biaya Tetap) yaitu biaya selama periode tertentu dalam nominal yang tetap dan tidak tergantung kepada hasil produksi, misalnya biaya sewa gedung, pajak perusahaan, biaya administrasi dan sebagainya.

2. Variable Cost

Variable Cost (Biaya Variabel) yaitu biaya yang nominalnya berubah-ubah tergantung pada hasil produksi. Dengan kata lain makin tinggi hasil produksi maka makin besar pula nominal biaya variabelnya, misalnya biaya upah pekerja, biaya bahan baku dan sebagainya.

3. Total Cost

Total Cost (Biaya Total) yaitu penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variabel yang dihitung selama periode tertentu oleh suatu perusahaan untuk menghasilkan barang jadi.

4. Average Cost

Average Cost (Biaya Rata-Rata) yaitu besaran biaya produksi per item yang telah dihasilkan. Nominal biaya ini bisa dihitung dengan membagi antara total biaya dengan jumlah produk yang telah dihasilkan dalam periode tertentu.

5. Marginal Cost

Marginal Cost (Biaya Marjinal) yaitu biaya tambahan untuk menghasilkan satu produk jadi. Biaya ini bisa muncul dalam rangka peningkatan produksi agar dapat menambah jumlah produk yang bisa dihasilkan.

Jenis Biaya Berdasar Tujuannya

Selain halnya kelima jenis di atas, biaya juga bisa dibedakan berdasar pada tujuan pengambilan keputusan oleh pihak manajemen. Dalam menangani biaya, pihak pengelola perusahaan bisa saja mengeluarkan anggaran untuk

1. Relevant Cost

Relevant Cost (Biaya Relevan) yaitu biaya yang terjadi sebagai alternatif atas tindakan tertentu dan tidak terjadi terhadap alternatif tindakan lainnya. Biaya relevan ini akan sangat mempengaruhi pengambilan keputusan oleh manajemen. Maka dari itu biaya relevan ini akan dipertimbangkan saat proses pembuatan keputusan.

2. Irrelevant Cost

Irrelevant Cost (Biaya Tidak Relevan) yaitu biaya yang tidak ada kaitannya dengan tindakan yang ada. Biaya ini tidak akan mempengaruhi pengambilan keputusan dan jumlah nominalnya akan tetap sama tanpa memperhatikan alternatif yang ditempuh manajemen sehingga biaya ini tidak selalu dipertimbangkan dalam proses pembuatan keputusan.

****

Demikianlah penjelasan singkat tentang pengertian biaya berikut unsur, urgensi dan macam-macam jenisnya berdasar hal-hal yang terkait dengannya. Semoga dengan memahami seluk beluk biaya di atas, dapat menambah wawasan tentang salah satu anggaran yang harus disiapkan dalam setiap usaha ini.

Simak juga: Pengertian Proposal, Tujuan, Jenis, Ciri dan Manfaatnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *