Pengertian Debat Adalah….. Tujuan, Fungsi, Unsur dan Ciri Debat

Pengertian Debat – Debat merupakan suatu kegiatan adu argumentasi diantara 2 pihak baik itu perorangan maupun kelompok untuk memutuskan isu tertentu.

Dalam prosesnya, masing-masing pihak akan berusaha untuk mempertahankan pendapatnya serta melemahkan pendapat lawannya melalui berbagai fakta. Jalannya perdebatan ini juga diatur oleh pihak yang netral.

Sementara itu, pengertian debat juga dibahas dalam KBBI yaitu;

“Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia); debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.”

Pengertian Debat
Pengertian Debat

# Pengertian Debat Menurut Para Ahli

1. J. S. Kamdhi

Menurut J. S. Kamdhi (1995), pengertian debat adalah suatu pembahasan atau tukar pendapat tentang suatu pokok masalah dimana setiap peserta memberikan alasan untuk mempertahankan pendapatnya.

2. Asidi Dipodjojo

Menurut Asidi Dipodjojo, pengertian debat adalah suatu proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat. Setiap pihak yang berdebat menyatakan argumen dan alasan, dengan cara tertentu agar pihak lain berpihak padanya.

3. G. Sukadi

Menurut G. Sukadi, definisi debat adalah suatu kegiatan saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.

4. P. Dori Wuwur Hendrikus

Menurut P. Dori Wuwur Hendrikus (1991), pengertian debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan untuk satu pihak.

5. Henry Guntur Tarigan

Menurut Henry Guntur Tarigan (1984), pengertian debat adalah suatu kegiatan saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia untuk menentukan baik tidaknya suatu usulan tertentu yang didukung suatu pihak (pendukung) dan disangkal oleh pihak lainnya (penyangkal).

# Tujuan Debat

Tujuan dilaksanakannya debat antara lain untuk memenangkan pendapat demi mendukung suatu hal yang rencananya akan dilaksanakan serta demi mencari kebenaran atas suatu masalah, suatu isu yang memicu pro kontra, dan lain sebagainya.

Tujuan debat ini akan dipengaruhi oleh peserta dan anggota debat yang diundang, mosi debat atau permasalahan, waktu dan tempat dilaksanakannya debat. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa penggunaan debat bersifat fleksibel sesuai dengan konteks.

# Fungsi Debat

Selain halnya tujuan debat di atas, ternyata debat juga dapat dimanfaatkan untuk fungsi lain misalnya dijadikan sebagai ajang melatih keberanian beragumentasi di hadapan publik, melatih kemampuan berbicara utamanya ketika memberikan tanggapan dari argumen pihak lawan.

Debat juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dalam merespon masalah dengan cepat dan tepat berdasar pada sikap dan pola berpikir kritis atas suatu topik sekaligus menambah pemahaman atas suatu konsep dan teori utamanya yang berkaitan dengan materi debat.

Tak hanya itu, debat juga dapat digunakan untuk mengenal dan mengukur kemampuan para pesertanya sehingga seringkali diadakan ajang debat untuk kalangan pelajar, mahasiswa hingga kalangan politikus.

# Peran Debat

Dalam kenyataannya, debat juga memiliki peran penting dalam berbagai kehidupan berbangsa dan bernegara misalnya dalam pemutusan perundang-undangan di lingkungan legislatif, sistem pengadilan atas terdakwa dalam bidang hukum, membentuk pola pikir kritis dan terstruktur para peserta didik dalam bidang pendidikan, dan berbagai macam peran strategi lain dalam bidang politik, binis dan perekonomian.

Pada negara dengan sistem pemerintahan demokratis, Amerika dan Indonesia misalnya, debat digunakan untuk menentukan undang-undang dan saat melakukan amandemen atas undang-undang demi mendapatkan argumentasi dan gagasan yang paling mendekati benar dan adil.

Dalam kegiatan ekonomi dan bisnis, debat juga sering digunakan dalam menentukan langkah bisnis perusahaan utamanya saat akan mengambil langkah visioner demi kemajuan dan keberlangsungan perusahaan.

# Etika Debat

Terdapat suatu etika yang harus dijaga oleh siapapun yang ambil bagian dalam suatu debat, entah itu dari pihak pro, kontra dan netral. Etika ini umumnya terlihat dalam cara bertanya maupun berdebat.

Etika bertanya saat debat antara lain

  • menggunakan data yang valid,
  • pertanyaan tidak berniat untuk sekedar menguji pembicara,
  • pertanyaan sebaiknya langsung mengarah ke fokus masalah,
  • mengajukan pertanyaan yang spesifik,
  • bertanya dengan pola dan kerangka berpikir yang tepat,
  • tidak melibatkan prasangka emosional saat bertanya, dan
  • memperlihatkan sikap yang wajar dalam mengajukan pertanyaan tersebut.

Sementara saat berdebat, etika yang digunakan antara lain

  • Menggunakan dasar pengetahuan yang mencukupi,
  • Menggunakan pertimbangkan saat menyampaikan argumen dan persuasi,
  • Mampu menemukan kesalahan maupun celah disertai bukti yang valid,
  • Memahami prinsip penyampaian persuasi dan argumentasi untuk menanggapi argumen lawan,
  • Menyampaikan pidato dan argumentasi dengan terarah, lancar dan kuat, dan
  • Tetap mengapresiasi fakta apapun itu.

# Unsur-Unsur dalam Debat

Ada beberapa hal yang harus ada dalam suatu debat yang harus dipenuhi. Masing-masing unsur memiliki fungsi masing-masing yang saling berkaitan satu sama lainnya. Beberapa unsur tersebut antara lain;

1. Mosi

Mosi merupakan topik dan bahasan yang menjadi bahan perdebatan dan memiliki sifat yang konvensional. Dalam jalannya debat, mosi akan dijadikan sebagai titik awal dasar pemikiran dari pihak-pihak yang eradu argumentasi.

2. Pihak Pro (Afirmatif)

Sebagai pihak yang memberikan pidato lebih dahulu, tim afirmatif memiliki argumen yang setuju atas mosi yang diberikan. Dalam pidatonya, tim akan menjelaskan alasan-alasan yang mendasari dukungannya terhadap pernyatan dalam mosi.

3. Pihak Kontra (Oposisi)

Setelah pidato dari pihak afirmatif dibacakan, maka tim oposisi ini akan berusaha menyanggah segala pernyataan dalam pidato tersebut. Tentu saja, setiap sanggahan akan didasari alasan-alasan yang relevan dan valid terkait mosi yang telah diberikan.

4. Pihak Netral

Berperan sebagai penengah diantara pihak pro dengan pihak kontra, pihak netral tentu saja tidak memberikan dukungan maupun tidak condong pada salah satu pihak yang sedang berdebat (pro dan kontra).

5. Moderator

Unsur ini bertugas sebagai pemimpin sekaligus mengatur proses jalannya debat. Selain membacakan tata tertib, moderator juga akan memperkenalkan masing-masing pihak yang akan beradu argumen serta melakukan penyampaian mosi kepada para peserta dan unsur debat yang lain.

6. Peserta

Dalam debat tertentu, para peserta debat dapat ikut menentukan keputusan akhir dari jalannya debat. Hal ini berlaku misalnya pada saat dilakukan voting untuk menentukan putusan, karena para peserta dirasa memiliki suara dan berkepentingan terhadap apa yang dibahas.

7. Notulen

Untuk mendokumentasikan segala hal yang berkaitan dengan debat, dibutuhkan pihak yang secara khusus menulis dan mencatat hal tersebut. Umumnya notulen akan mencatat mosi, pernyataan dari moderator, penyampaian masing-masing tim hingga hasil keputusan.

# Ciri-Ciri Debat

Sebagai suatu proses pencarian kebenaran, ada beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh debat. Inilah yang membedakannya dengan sesi tanya jawab ataupun diskusi. Nah, beberapa ciri debat tersebut antara lain;

1. Fungsi Moderator

Untuk membedakan dengan kegiatan lain, debat akan selalu memiliki pihak yang bertugas mengarahkan proses debat. Moderator adalah unsur yang memegang tanggung jawab tersebut.

2. Juri dan Voting

Untuk mencapai hasil akhir maupun putusan terkait debat, maka juri bersama peserta debat dapat melakukan voting.

3. Sudut Pandang

Terkait mosi yang ada, hanya ada 2 sudut pandang yakni pro dan kontra. Tidak ada sudut pandang lain.

4. Adu Argumen

Dalam prosesnya, debat akan diwarnai oleh kegiatan saling adu argumentasi demi memenangkan pendapatnya sendiri serta mematahkan pendapat lawan. Namun argumentasi juga akan disertai oleh data yang valid.

5. Mempertahankan Argumen

Selain halnya saling mengajukan bantahan, masing-masing pihak juga akan berusaha untuk mempertahankan argumentasi mereka. dan pada akhirnya, mereka akan menyusun simpulan untuk penutup debat

6. Sesi Tanya Jawab

Pada sesi waktu tertentu selama debat, ada kegiatan khusus bertanya jawab antar pihak yang berdebat tersebut. Sesi ini tetap dipimpin moderator.

7. Putusan

Keputusan dalam debat didapat dari hasil voting, resolusi maupun mosi dan diambil dari peserta yang berhak, juri maupun kritisi.

# Macam dan Jenis Debat

Berdasarkan tujuan, bentuk dan metodenya, debat pun terbagi menjadi beberapa jenis antara lain;

  • Debat Peninjauan Kembali(Cross-Examination Debating)
  • Debat Parlementer (Assembly/ Parlementary Debating)
  • Debat Formal (Conventional/ Educational Debating

****

Demikianlah penjelasan terkait pengertian debat berikut tujuan, fungsi, unsur serta ciri-cirinya. Dengan memahami seluk beluk debat di atas, maka akan lebih memudahkan kita dalam melakukan debat dengan efektif. Selain itu, kita juga dapat embangun pola dan kerangka pikir yang tepat untuk merespon suatu isu.

Artikel terkait: Pengertian Puisi, Jenis, Ciri dan Unsur yang Membentuknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *