Pengertian Majas Alegori, Ciri-ciri dan Contoh

Majas Alegori  – Sebagai makhluk sosial tentu kita tidak terlepas dari komunikasi antar manusia. Komunikasi bisa lewat lisan maupun tulisan.

Dalam berkomunikasi terdapat gaya bahasa atau majas yang berfungsi untuk lebih menyampaikan pesan atau membuat pesan yang kita sampaikan membuat orang lebih berimajinas.

Pada artikel sebelumnya Jadijuara.com sudah membagikan artikel mengenai: Pengertian Majas, Contoh dan Macam-macamnya! Untuk lebih jelasnya silahkan disimak dulu artikel tersebut ya.

Kalau artikel ini akan membahas khusus salah satu jenis majas yang tergolong majas perbandingan, yaitu majas alegori.

Majas Alegori
Majas Alegori

Pengertian Majas Alegori

Alegori menurut KBBI diartikan sebagai cerita yang dipakai sebagai lambang (ibarat atau kias) perikehidupan manusia yang sebenarnya untuk mendidik tentang moral atau menerangkan sesuatu.

Secara etimologis, alegori berasal dari bahasa Yunani kuno “allegorein” yang berarti bicara sebaliknya. Majas alegori merupakan gaya bahasa yang menggunakan penggambaran atau kiasan untuk menerangkan sesuatu. Karena menggunakan suatu kiasan dan penjelasan, maka majas alegori termasuk dalam majas perbandingan.

Umumnya majas alegori merujuk pada penggunaan kata-kata yang bersifat retorika. Alegori akan menjelaskan sesuatu secara tidak langsung melalui kiasan atau penggambaran yang berhubungan dan bertautan dalam sebuah kesatuan yang utuh. Majas ini biasanya dapat ditemukan pada alur cerita karya non fiksi seperti novel atau cerpen.

Ciri-Ciri Majas Alegori

Untuk menemukan majas ini dalam sebuah paragraf, maka anda harus mengetahui bagaimana ciri-cirinya. Silahkan simak beberapa ciri-ciri majas alegori berikut ini:

  • CIri majas alegori yang pertama adalah biasanya selalu berisi kiasan.
  • Selain selalu berbentuk kiasan, majas ini juga selalu diorganisir menjadi cerita atau deskripsi tertentu yang akan lebih kompleks daripada kalimat serupa.
  • Biasanya majas ini berupa retorika.

Contoh Majas Alegori

Untuk lebih jelasnya mengenai penggunaan majas alegori ini, sebaiknya anda langsung melihat contoh yang meungkin sering anda dengar atau baca dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa contoh yang bisa anda pelajari:

  • Menjalani kehidupan berumah tangga, sama seperti mengarungi samudera dengan sebuah bahtera. Kadang kali, kita akan menyaksikan indahnya panorama lautan yang begitu mempesona, tapi tak jarang pula hantaman ombak dan badai menerpa dan membuat guncangan dahsyat ke tubuh kita.
  • Rasulullah bersabda, perumpaan seorang mukmin adalah seperti lebah. Ia tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang baik, dan bila berada pada suatu tempat tidak merusak.
  • Dunia ini laksana tumbuhan hijau yang mampu menyihir mata setiap orang yang memandangnya. Sungguh menakjubkan dan begitu indah. Namun, lambat laun ia akan menguning, kering, dan hingga akhirnya musnah.
  • Hubungan manusia itu seperti rangkaian huruf, seindah apapun huruf terukir, tidak akan ada maknanya tanpa adanya spasi, tidak dapat dimengerti tanpa adanya jeda, kasih sayang tidak muncul tanpa adanya jarak. (disandur dari Filosofi Kopi, Dee Lestari)
  • Otak manusia bagai mata pisau. Semakin diasah, ia akan menjadi semakin tajam dan membuatnya kian disegani orang. Tapi, ketika dibiarkan tergeletak begitu saja, lambat laun ia akan tumpul, mengarat, dan tak lagi menyilaukan.
  • Ibadah ibaratnya berdagang. Ada tempat berjualan, modalnya kepercayaan dan iman, lalu keuntungannya adalah pahala dan balasan di akhirat.
  • Perjalanan kehidupan anak adam seumpama sungai dengan air mengalir. Ia mengalir dari hulu, melewati lembah, menyusuri tebing-tebing, anak sungai, hingga pada akhirnya berhenti saat bertemu dengan lautnya.
  • Sholat ibarat sungai bersih yang mengalir. Orang yang mandi didalamnya akan bersih dari kotoran yang menempel.
  • Cinta itu seperti menggenggam pasir. Bila tidak digenggam akan hilang, namun jika digenggam terlalu erat akan terdesak keluar melalui celah jari.
  • Anak yang baru lahir seperti halnya kertas yang kosong. Ia begitu bersih dan tiada bernoda. Oleh karenanya, jagalah ia dengan hati-hati. Torehkan tinta emas ke setiap lembarannya. Warnailah ia dengan warna yang indah.
  • Kecantikan wajah bagaikan bunga yang segar. Rusak apabila tidak dijaga, semakin mekar apabila dirawat. Namun pada akhirnya semua perawatan tidak akan dapat menghindarkan bunga dari kelayuan.
  • Al qur’an adalah rambu yang dapat memandu kita ke hadirat Ilahi Rabbi. Selama kita patuh terhadap semua rambu tersebut, maka kita akan selamat hingga tujuan akhir.
  • Orang yang beriman akan hidup seperti lebah. Dia hanya makan dan minum yang baik, pergi ke tempat tempat yang tidak rusak dan menghasilkan hal yang baik (madu).
  • Waktu laksana pedang yang tajam. Bila seseorang dapat memainkannya dengan teliti, maka ia akan berguna. Namun, jika seseorang ceroboh memainkannya, ia akan mendatangkan musibah.
  • Hidup didunia seperti susunan keyboard piano. Ada keyboard putih dan ada yang hitam. Orang yang tidak berusaha memahami hanya akan mengetahui nada dasar. Namun jika dimainkan oleh orang yang mengetahuinya, maka akan terbentuk alunan musik yang merdu.
  • Kita hidup di dunia layaknya seorang musafir yang tengah singgah di suatu desa untuk mengisi bekal. Waktu dan kesempatan kita tidaklah lama, sedang perjalanan masih begitu jauh dan melelahkan. Bila kita tidak bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, maka kita akan menderita di perjalanan selanjutnya.
  • Hidup itu seperti roda kincir air. Titik yang ada dibawah akan merasakan ketinggian, begitu juga sebaliknya. Seberapapun inginnya berada dalam satu titik, roda harus tetap berputar agar listrik dapat dihasilkan.
  • Seseorang yang bersedekah di jalan Alloh itu laksana menanam sebuah biji pada lahan subur. Biji tersebut bakal tumbuh menjadi pohon dengan 7 cabang kokoh. Dari setiap cabang, orang tersebut akan memanen lebih dari 100 biji pada waktunya.
  • Kehidupan seperti kompilasi genre film. Terkadang drama romantis, terkadang komedi, beberapa memiliki kisah thriller dan horor. Terkadang banyak mengundang tawa dan meneteskan airmata. Hingga pada akhirnya mencapai ending film-nya
  • Tubuh manusia ibarat mesin. Bekerja siang dan malam, terkadang dipaksa hingga limit kerjanya. Bila tidak diberi waktu istirahat, maka mesin akan cepat rusak. Oleh karena itu biasakan istirahat teratur. Sehingga biaya dan waktu untuk memperbaiki mesin tidak diperlukan.
  • Hijab ibarat bungkus plastik. Barang yang dibungkus plastik kebersihannya lebih terjaga. Tidak sembarang tangan menyentuhnya. Sehingga lebih mahal harganya.
  • Ilmu adalah cahaya. Menerangi kegelapan juga membantu manusia dalam melakukan kewajibannya. Dengan cahaya manusia dapat mengetahui dunia. Tanpa memiliki cahaya, manusia dapat tersandung kedalam lubang
  • Kebohongan ibarat memakan coklat. Tidak akan cukup satu buah, pasti akan diikuti oleh kebohongan kebohongan lainnya.
  • Kemarahan seperti api. Semakin disulut semakin besar. Oleh karena itu jangan siram dengan minyak mendidih tetapi dengan air yang menyejukkan.
  • Kekayaan ibarat air laut. Jika dibendung disatu tempat lama lama tumpah. Jika diminum semakin menghauskan. Tetapi jika dibagikan dalam kotak kotak dan dijemur maka akan menghasilkan garam.

Contoh Majas Alegori dalam Puisi

Engkau Pujaanku

Tak akan pernah letih aku untuk mencarimu
Meski terasa berliku bak jalan terjal, perbukitan, bebatuan yang menghalangi.
Aku yakin kesabaran dan perjuangan akan menuntunku kepadamu
Aku tak akan lelah untuk mendapatkanmu
Meski terasa begitu melelahkan bagaikan berenang ribuan kilo dalam lautan.
Aku yakin perjuangan dan kesabatan ini akan menuntunku kepadamu

Contoh Majas Alegori dalam Bentuk Pantun

Air dan api selalu berlawanan
Langit dan bumi adalah berjauhan,
Kalau hati penuh kedengkian
Siapalah orang yang akan mau berteman.
Bunga wangi bunga melati
Tumbuh dekat pohon kemangi,
Kepada yang tua menghormati
Kepada yang muda menyayangi.
Memanen padi isinya hampa
Mengikat kado dengan pita,
Sopan santun jangan dilupa
Itulah pribadi bangsa kita.

****

Bagaimana? Sudah sangat jelas bukan? Kini anda tentu sudah sangat mengerti dengan pengertian majas alegori serta sudah bisa membedakannya dengan majas lain jika menemukannya dalam sebuah paragraf atau cerita.

Demikianlah ulasan ringkas mengenai arti majas Alegori serta kumpulan contohnya dari kami. Semoga bermanfaat untuk anda semua. Jangan lewatkan juga: Pengertian Biografi dan Tujuan Penyusunannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *