Pengertian Teks Eksemplum: Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan dan Contoh

Teks eksemplum menjadi salah satu materi saat kita duduk di bangku sekolah menengah pertama, lebih tepatnya ketika berada di kelas 9.

Apa sih defisini teks eksemplum ini? Bagaimana strukturnya? Apa ciri-cirinya? Secara sederhananya, teks eksemplum merupakan sebuah cerita yang menggambarkan tentang perilaku atau tokoh tertentu.

Alur ceritanya sangat jelas, dimana akan dimulai dari pengenalan tokoh, kemudian dilanjutkan dengan peristiwa apa saja yang dilalui oleh tokoh, dan akan diakhiri dengan interpretasi dari dalam diri tokoh tersebut.

Teks Eksemplum
Teks Eksemplum

Teks Eksemplum

Kali ini Jadijuara.com akan mengajak anda untuk membahas lengkap materi tentang eks eksemplum ini. Mari kita mulai dari pengertiannya:

Pengertian Teks Eksemplum

Adapun pengertian teks eksemplum yaitu:

Teks eksemplum adalah teks yang menceritakan perilaku tokoh dalam ceritanya. Contoh teks eksemplum biasanya diawali dengan pengenalan tokoh, kemudian peristiwa yang dialami oleh tokoh, serta ditutup dengan interpretasi yang timbul dari tokoh tersebut.

Teks eksemplum merupakan sebuah karya sastra dimana berkisah tentang hidup seseorang.  Kisah ini memiliki hikmah yang dapat diambil agar tidak melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari.

Ciri-ciri Teks Eksemplum

Apa saja ciri-ciri teks jenis eksemplum ini? Nah, agar kita bisa membedakan teks ini dengan teks lain apakah itu teks berita, ulasan, teks prosedur kompleks dan jenis teks lainnya, maka kita harus mengetahui apa saja ciri-ciri teks eksemplum ini. Berikut ini beberapa iri-cirinya yang membedakan dengan teks jenis lain:

  • Ciri yang pertama adalah teks ini berisi tentang suatu peristiwa yang tidak diinginkan.
  • Mempunyai struktur lengkap.
  • Adanya urutan peristiwa yang jelas.
  • Menggunakan bahasa naratif.

Struktur Teks Eksemplum

Setelah kita mengetahui apa saja cirinya, kita juga harus mengetahui bagaimana struktur dari teks ini. Struktur menjadi salah satu hal yang penting untuk menyusun bagaimana teks tersebut bisa utuh dan diketahui bagaimana alurnya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini struktur teks eksemplum yang harus anda ketahui:

  1. Abstrak: inti dari suatu peristiwa sebagai pengantar yang menggambarkan peristiwa yang akan diceritakan. Contoh: Cowok itu sangat sabar dan disiplin.
  2. Orientasi: bagian awal dari teks eksemplum, umumnya berisi mengenai pengenalan tokoh.
  3. Insiden: bagian yang menjelaskan tentang kejadian-kejadian yang dialami oleh tokoh. Biasanya tokoh mendapatkan suatu permasalahan atau persoalan. Contoh: Nanda lupa mengerjakan pekerjaan rumah yang diberi oleh gurunya karena kemarin malam tertidur.
  4. Interpretasi: bagian yang mengandung pesan moral, evaluasi, dan juga akibat dari masalah yang dialami oleh tokoh. Interpretasi hampir sama dengan koda yang terdapat pada struktur teks anekdot.
  5. Koda: bagian penutup dalam cerita.

Unsur Kebahasaan Teks Eksemplum

Sama seperti teks lainnya, teks eksemplum ini juga memiliki unsur kebahasaan yang menyusunnya. Beberapa unsur kebahasaan yang menyusun teks ini yaitu kunjungi yang digunakan, dimana teks ekssemplum ini memiliki unsur kebahasaan kunjungi berupa:

  • Menggunakan Kalimat Kompleks
  • Menggunakan Konjungsi (penghubung)
  • Menggunakan Kata Rujukan
  • Menggunakan Kata Kerja

Contoh Teks Eksemplum Tentang Pengalaman

Untuk lebih jelasnya mengenai teks sksemplum ini, kami sajikan beberapa contoh untuk bisa anda pelajari, diantaranya:

Kecerobohanku

Abstrak

Aku memiliki pengalaman jatuh dari motor beberapa tahun yang lalu.

Orientasi

Ketika itu saya masih SMP, pada suatu sore saat sedang membersihkan kamar, keponakanku yang bernama Suci berkunjung ke rumahku untuk minta diantar les di rumah gurunya.


Insiden

Ketika itu sudah hampir mendekati adzan magrib, sebenarnya orang tua saya sedikit melarang untuk langsung pergi, ibu saya menyuruh pergi setelah selasai adzan saja. Tetapi karena Suci terlihat terburu-buru saya pun tetap akan menemani dan mengantarkannya. Di jalan tiba-tiba handphone saya berbunyi, dan sepertinya itu tanda jika ada sms masuk di handphone saya.


Lalu saya pun mencoba mengambil handphone di saku celana kemudian saya membuka sms yang telah masuk, dan saya juga berniat untuk membalas pesan itu. Jujur saat itu saya mengendarai motor dalam keadaan tergesa-gesa dan mengunakan kecepatan yang lumayan tinggi, kemudian dari arah depan ada sebuah motor ingin putar balik arah tetapi tanpa menyalakan lampu retingnya.


Saya pun gugup karena tidak bisa mengontrol danmenguasai kecepatan akhirnya pun menabrak pengendara motor yang sedang putar balik arah tadi, aku dan Suci pun terjatuh dan terlempar dari motor. Suci keponakan saya mengalamani luka pada bagian siku dan kakinya, sedangkan saya mengalami luka pada lutut sebelah kanan dan untungnya saya tidak mengalami luka yang parah. Motor yang saya kendarai pun rusak parah, ketika itu polisi yang kebetulan ada di sekitar jalan itu langsung datang menghampiri saya, untuk menolong dan mengurus kasus kecelakaan tersebut.


Interprestasi

Dari kejadian tersebut saya menjadi tahu bahwa doa restu dan nasihat dari orang tua sangatlah penting, jika saya menuruti perkataan orang tua saya tadi pasti hal seperti ini tidak akian terjadi, selain itu saya menjadi mengerti bahwa kehati-khatian dan ketertiban di jalan memang jelas sangat perlu diperhatikan karena kita bagai sedang bertarung nyawa jika ada di jalanan.


Serta kelengkapan pengaman mulai dari helm, dan surat-surat penting seperti STNK, SIM juga harus diperhatikan saat sedang mengendarai kendaraan di jalan. Dan jika sedang mengendarai kendaraan sebaiknya tidak perlu sambil memegang handphone, kecuali jika itu dalam keadaan yang sangat mendesak lebih baik kita berhenti sejenak di pinggir jalan untuk membuka handphone.


Koda

Sejak kejadian itu menimpa saya, saya menjadi semakin berhati-hati dalam mengendarai kendaraan. Selain itu juga semakin memerhatikan peraturan di lalu lintas, dan mematuhi kata-kata orang tua saya. Karena ridha Allah adalah ridha orang tua.

 

Burung Pipit yang Sombong

Orientasi Cerita:

Alkisah pada suatu hari di sebuah hutan yang sangat lebat, tinggallah sekelompok burung pipit yang senang bernyanyi. Salah satu burung dari kelompok tersebut bernama Lia. Lia juga termasuk yang tinggal di dalam hutan belantara tersebut bersama hewan-hewan lainnya.


Lia dikenal sebagai seekor burung yang sangat sombong karena hidupnya yang hanya suka menyendiri tidak mau berbaur dengan hewan-hewan lainnya. Lia selalu merasa bahwasannya dia merupakan hewan paling benar dan paling mampu menyelesaikan suatu persoalan permasalahan.


Insiden Cerita:

Suatu hari, sekelompok burung pipit sedang membuat sebuah sarang yang dibentuk dari tumpukan jerami. Dengan sabar dan tekun mereka membuat sarang tersebut agar tampak rapih dan kokoh. Namun lain halnya dengan si burung pipit Lia, ia dengan kesombongan dan keangkuhannya membuat sarang sendiri dengan bahan potongan kertas berwarna-warni. Dia berpikir bahwa jika memakai kertas akan jauh terlihat lebih indah dan menarik dibandingkan srang burung pipit lainnya yang hanya terlihat seperti onggokan sampah.


Lia juga tidak mempedulikan bagaimana dan seperti apa struktur bangunan yang dibuatnya, ia tidak peduli dengan kokohnya sarang yang akan dia buat, yang terpenting baginya adalah terlihat indah dan menarik dibandingkan sarang burung pipit lainnya. Disamping Lia juga ada burung pipit yang juga tinggal didekatnya sedang membuat sarang, dengan bahan tumpukan dari jerami. Burung pipit itu bernama Rina. Rina didkenal banyak hewan lainnya sebagai sosok burung pipit yang dermawan dan juga baik hati.


Sifat Rina dan Lia sangat berbanding terbalik. Lia yang tinggal disamping Rina mengejeknya karena sarang yang dibuatnya terlihat begitu usang dan tidak menarik, “Hey Rina sunggung jeleknya wara sarang yang kamu buat itu, sarang mu terlihat begitu usang dan tidak menarik”. Kata si Lia kepada Rina.


Rina hanya diam dan tidak menjawab ocehan dari burung pipit Lia, ia hanya terus membangun dan mekokohkan sarangnya sendiri. Lia yang sudah merasa begitu hebat karena sarang yang dibuatnya meneruskan kerjaannya membuat sarang warna-warninya.


Kemudian Rina pun berkata” Hei Lia sebaiknya kamu lebih memilih menggunakan bahan sarangmu dari tumpukan jerami, agar lebih kokoh!”. Namun Lia hanya tetap meneruskan pembuatan sarangnya dengan keangkuhan yang ia punya.


Selang beberapa jam kemudian Semua kelompok burung pipit baik Lia maupun Rina telah selesai membuat sarangnya masing-masing. Dan kemudian turunlah hujan yang cukup deras, semua burung pipit pun masuk kedalam sarang mereka masing-masing untuk berlindung. Namun tidak bagi Lia, karena sarang yang ia gunakan terbuat dari kertas yang malah sebaliknya bukan melindunginya dari hujan malah menjadikan tubuhnya basah.


Lia pun panik dan tubuhnya menjadi basah kuyup semua sebab hujan yang begitu deras tersebut. Kemudia datanglah Rina dengan kedermawanannya, ia menawarkan Lia untuk ikut berlindung diri ke rumahnya. Akhirnya, Lia pun menyesal atas perbuatan yang sudah dilakukannya.


Ia menyesal karena membuat sarang dengan memakai kertas warna-warni tersebut. Ia juga turut menyesali dirinya sebab telah menjadi seekor burung pipit yang angkuh dan sombong. Sejak saat itu La mulai mengikuti saran dari Rina, yaitu membuat sarang dari tumpukan jerami.


Interpretasi Cerita:

Semenjak kejadian tersebut, Lia mengalami perubahan sikap dan perilakunya. Ia berjanji untuk tidak lagi angkuh dan sombong kepada hewan-hewan lain dan juga kelompok burung pipit lainnya. Lia jiga menyadari bahwasannya suatu kesederhanaan itu amatlah penting dibandingkan suatu kemewahan jika hanya hidup menyendiri dan menyombongkan diri. Sebab kita merupakan makhluk sosial.

 

Makan Soto

Orientasi

Setelah pulang sekolah, saatnya aku untuk makan siang, aku pergi mencari makan, tetapi karena malas untuk berjalan jauh, akhirnya aku memutuskan membeli pecel di gang depan.


Ternyata aku menemui kakakku juga sedang membeli pecel itu, kemudian saat sudah di rumah kakakku langsung memakannya sedangkan aku menunggu pecel yang sedang dibuat oleh ibu tersebut.


Insiden

Padahal aku sudah tidak sabar sekali ingin makan akhirnya aku putuskan untuk membuka plastik bakso yang masih sangat panas, ketika aku sedang membuka plastiknya aku tergesa-gesa dalam membukanya.

Ternyata plastik yang aku gigit membuka terlalu besar dan membuat bakso menjadi tumpah ke luar dari mangkuk dan membasahi celana ku. Saat itu aku kaget dan malu didepan kakakku, kakak berkata bahwa aku harus berhati-hati dan sabar serta jangan tergesa-gesa sehingga bakso tidak akan tumpah, alhasil aku tidak jadi untuk makan siang.


Interpretasi

Berdasarkan cerita ini kita dapat belajar bahwa ketika mengambil keputusan apapun jangan sampai tergesa-gesa dan harus berhati-hati dan mempertimbangkan akibatnya. Sehingga kita mendapat kesimpulan bahwa teks eksemplum ialah teks yang menceritakan pengalaman seseorang. Dalam menyusun teks ini harus memperhatikan 3 struktur utamanya yakni orientasi, insiden dan interpretasi.

***

Demikianlah ulasan mengenai teks eksmplum lengkap dengan ciri-ciri, struktur, unsur kebahasaan serta contohnya untuk anda. Semoga bisa menjadi referensi belajar anda di rumah, di sekolah atau dimanapun anda membuka web ini.

Baca juga: Pengertian Majas Alegori, Ciri-ciri dan Contoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *