Pemahaman Fakta Dan Opini

contoh kalimat opini umum

JadiJuara – Fakta ialah hal, kondisi, atau kejadian betul-betul ada atau betul-betul terjadi (Kosasih, 2007: 4). Selainitu, fakta adalah segala hal ketangkap oleh indra manusia atau data kondisi riil bisa dibuktikan dan sudah jadi satu realita. Fakta dapat bermakna apa ada, yang bisa disaksikan, dilihat atau dirasa suatu hal tindakan yang dilaksanakan oleh satu kejadian yang terjadi. Fakta selalu betul karena mengatakan apa yang ada. Karena itu, tiap orang akan mempunyai kecocokan dalam penilaian fakta.

Ciri-Ciri Fakta


Berbentuk realita.


Sumbernya berawal dari peristiwa atau kejadian atau hal atau object yang berada di seputar kita. Karena itu fakta selalu memiliki sifat faktual (sesuai realita atau apa adanya)
Kebenarannya bisa ditunjukkan sesuai peristiwa, kejadian, hal atau object yang diutarakan atau disampaikan
Memprioritaskan hasil penemuan, kerap kali memakai cuplikan dari bermacam sumber sebagai penguat argument,misalkan “berdasar tulisan Leonardo Da Vinci…”, “mencuplik kata Shakespeare…”, “menurut hasil survey yang dilaksanakan oleh BSI”, dan lain-lain


Peristiwanya terjadi dan tentu dan umumnya dibarengi dengan waktu peristiwa misalkan seperti “kebakaran yang terjadi di tanah abang senin tempo hari sudah mengonsumsi delapan orang korban jiwa
Pengungkapannya berbentuk kalimat informasi atau pengakuan, contoh: di tahun 2007, internet sudah digunakan orang indonesia untuk bermacam kepentingan

Tipe-Jenis Fakta


Fakta Umum: kebenaran yang berjalan sejauh jaman dari dahulu sampai saat ini.
Contoh: Matahari keluar di samping timur.

Fakta Khusus: kebenaran terjadi dalam satu masa tertentu.
Contoh: Pak Yayan makan bakso

Kegunaan Fakta


Untuk pendengar, fakta bermanfaat untuk lengkapi info dan menambahkan pengetahuan satu kosep tertentu
Untuk penyaji, dengan bicara fakta karena itu penyaji bisa dipercayai oleh pendengar atau seseorang, karena fakta sudah tentu kebenarannya

Baca Juga  56 Contoh kalimat Past Continuous Tense Berbagai Bentuk

Contoh Fakta


Pendeklarasian di Gedung DPRD DIY, disokong 23 organisasi nonpemerintah.
Minimal empat pembicara tampil, setiap Danil Sunandar (perwakilan radio warga), YS. Matyastiadi (perwakilan radio kampus), Martinus Ujianto (perwakilan instansi swadaya warga), dan Nur Achmad Affandi (Wakil Ketua DPRD DIY).
Dengan kemampuan pemancar 10 watt, radio komune di Yogyakarta sanggup memberikan service info ke komune tertentu, baik geografis atau sama-sama kebutuhan.

Pemahaman Opini


Opini adalah ide atau opini disampaikan dan memiliki sifat subyektif (Adi Abdul Somad, 2007: 3). Opini atau opini ialah pemikiran atau asumsi seorang mengenai satu hal (Kosasih, 2007: 4). Opini ialah prediksi, pemikiran, atau asumsi mengenai satu hal (seperti orang atau kejadian). Opini orang berkenaan satu hal bisa berbeda. Ketidaksamaan opini diutarakan bergantung pada pemikiran dan latar belakang dipunyai.

Ciri-Ciri Opini


Sumber didapatkan hasil dari pengetahuan seorang berkenaan fakta atau apa dan diutarakan dalam pengakuan. Karena itu opini dapat betul juga bisa salah
Kebenaran opini tergantung pada dua hal, yaitu kebenaran kenyataannya dan kebenaran pengetahuannya. Karena itu, kebenaran opini memiliki sifat relatif, yaitu bergantung kebenaran fakta, pengetahuan, dan langkah pengungkapannya
Belumlah pasti peristiwanya dan umumnya dengan diawali kalimat seperti “menurut saya”,”kelihatannya”,”saya pikir”
Pemakaian kalimat “menurut saya”, “menurut irit saya”, “berdasar setahu saya”, dan lain-lain, karena kalimat opini ialah wujud opini individu
Info yang masih belum ditunjukkan kebenarannya.
Pemakaian dalam kalimat informasi atau pengakuan. Contoh: pemakaian internet oleh orang indonesia condong dipakai dalam beberapa hal negatif (pengakuan ini dapat betul dapat salah, tergantung pada realita yang ada)

Kegunaan Opini


Untuk pendengar, opini menolong pahami suatu hal yang dirincidalam informasi atau laporan
Untuk penyaji, jika opini yang disampaikan bisa dibuktikan kebenarannya, karena itu oleh warga penyaji akan dipercayai opininya
Tipe-Jenis Kalimat Opini
Opini Perseorangan
Contoh: Menurut beberapa pakar, warga Indonesia di tahun 2010 akan capai 300 juta.

Baca Juga  Contoh Kalimat Past Continuous Tense

Opini Umum
contoh kalimat opini umum: Mengisap rokok terlalu berlebih akan bikin rugi diri kita.

Membandingkan Fakta dan Opini

Susuri Kebenarannya

contoh kalimat opini umum

Dapatkan fakta-fakta yang tepat untuk mencari kebenaran sebuah kejadian atau pengakuan yang didapatkan, misalkan dengan cari tahu waktu, posisi, proses peristiwa, maupun beberapa hal terkait dengan kejadian atau pengakuan itu. Saksikan kemampuan kebenaran dari kalimat dikatakan. Kalimat fakta umumnya disokong dengan beberapa data, mirip contoh, tabel, diagram dan sebagainya.

Bila kejadian atau pengakuan itu bisa dijelajahi kebenarannya karena bisa disaksikan, didengarkan atau ditunjukkan, karena itu kejadian atau pengakuan itu terhitung fakta. Kebalikannya, bila kejadian atau pengakuan itu tidak bisa dites dengan indera dan susah ditunjukkan kebenarannya, karena itu kejadian atau pengakuan itu terhitung opini.

Susuri Apakah Netral atau Subyektif


Seterusnya susuri karakter dari kalimat dikatakan apa memiliki sifat netral atau subyektif. Kalimat memiliki sifat netral condong mengutarakan peristiwa apa ada seperti realita, sedang kalimat memiliki sifat subyektif condong mengikutsertakan hati atau pertimbangan penulis.

Lihat Kata Khusus

Kalimat memiliki sifat subyektif umumnya memakai kalimat opini atau perkiraan, misalnya saya pikir, semestinya, menurut saya, dapat maka peluang, dipandang, dapat disebutkan, dan lain-lain. Bila sebuah kalimat memakai kalimat itu, karena itu kalimat itu ialah opini.

Menalar Kalimat


Untuk pastikan apa sebuah kalimat termasuk fakta atau opini, ikutsertakan logika atau hati saat membacanya. Bila kalimat dibaca memunculkan merasa tidak sepakat atau condong tidak logis, karena itu kalimat itu adalah opini.

You May Also Like

About the Author: Juara #1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *